Tentang Saya

Fidelis Harefa berasal dari Desa Baho, Nias Utara, Prov. Sumatera Utara. Sejak Tahun 1998 meninggalkan Pulau Nias dan mengikuti Pendidikan Imam Katolik di Sibolga, Parapat dan Pematang Siantar. Sejak Tahun 2005 berdomisili di Kota Palangka Raya, Prov. Kalimantan Tengah menjalani hidup sebagai Awam Katolik.

Fidelis salah satu Managing Partner di Law Firm Kairos. Dalam menjalani Profesinya sebagai Advokat, beliau berpegang kuat pada prinsip sebagaimana tertulis dalam Matius 5:37 yang berbunyi: "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.".

Tentang Pendidikan

UNIKA St. Thomas, Medan - Fakultas Filsafat St. Yohanes P. Siantar (2003) - Bersama dengan calon Imam Kapusin, Diosesan, Konventual belajar Filsafat dan Teologi di sini. Saat itu, Fidelis sedang menjalani hidup sebagai calon Imam Kapusin Provinsi Sibolga.
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tambun Bungai Palangka Raya (2013)- Magister Ilmu Hukum di Universitas Palangka Raya. Sejak saat ini, Fidelis menggeluti Bidang Hukum dengan mengikuti kuliah hukum. Setelah itu, mengikuti Pendidikan Profesi Advokat hingga disumpah di Pengadilan Tinggi Palangka Raya.

Keahlian

Bidang Jurnalistik (2005 - 2011)
Teknologi Informatika (2007-2014)
Bidang Hukum (2013 - sekarang).

Pandangan Hukum

"Hukum merasuk dalam seluruh kehidupan manusia. Oleh karena itu, mengetahui hukum adalah mengetahui hidup. Hukum lebih berbicara tentang bagaimana seseorang bisa menjalani kehidupannya dengan baik, menggunakan haknya tanpa merugikan hak orang lain dan melaksanakan kewajibannya untuk memberikan hak orang lain juga."
Menurut Fidelis, melalui hukum manusia dapat memperjuangkan NILAI (value). Namun tidak jarang, nilai itu sendiri tergilas oleh hukum yang teoritis. Maka, dalam menjalankan profesi hukum, tetaplah meminta kebijaksanaan dari Yang Memberi Pengetahuan agar nilai (keadilan) tetap dapat terpelihara. Mensosialisasikan hukum adalah pekerjaan paling gampang, mensosialisasikan nilai adalah pekerjaan paling sulit bahkan hampir tak pernah bisa dilakukan.